Skip to content
Tianguez

Tianguez

  • Home
  • Kontak
  • Privacy Policy

Month: October 2026

October 20, 2026

Korindo Aria Bima Sari di Industri Plywood

Info by Maureen H Elliott0 comments

Industri plywood Indonesia memiliki peran penting dalam menyediakan material untuk berbagai kebutuhan, mulai dari konstruksi hingga manufaktur dan interior. Di balik produk yang digunakan pada beragam proyek tersebut, terdapat perusahaan yang telah menjalankan kegiatan pengolahan kayu selama puluhan tahun. Salah satunya adalah PT Korindo Aria Bima Sari (KABS), perusahaan yang beroperasi di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Perusahaan ini mulai berdiri pada 1979 dan menjalankan produksi pertamanya pada 1980. Pada tahun yang sama, KABS juga melakukan ekspor plywood perdana ke pasar internasional. Perjalanan tersebut menjadi awal dari kegiatan manufaktur kayu yang kemudian berkembang dengan penambahan lini produk dan perluasan pasar.

Perjalanan Panjang di Industri Plywood

Kegiatan produksi yang dimulai pada awal 1980-an menjadi dasar bagi perkembangan perusahaan dalam industri kayu lapis. Seiring meningkatnya kebutuhan pasar, fasilitas produksi kemudian dikembangkan untuk menangani lebih dari satu jenis produk.

Pada 1992, perusahaan melakukan ekspansi dengan menambah lini produksi yang mencakup veneer, kayu lapis, Film Faced dan Urethane Coating Panel (UCP). Perkembangan tersebut membuat kegiatan manufaktur tidak hanya bergantung pada satu produk, tetapi mencakup beberapa jenis material berbasis kayu dengan fungsi berbeda.

Pengalaman produksi selama beberapa dekade juga menjadi bagian penting dalam memahami kebutuhan pasar plywood. Produk yang ditujukan untuk penggunaan berbeda membutuhkan karakteristik dan kualitas yang sesuai. Oleh karena itu, konsistensi proses menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan manufaktur kayu lapis.

Fasilitas Produksi di Kalimantan Tengah

Kegiatan manufaktur perusahaan berpusat di Desa Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Lokasi tersebut menjadi fasilitas produksi terintegrasi untuk pengolahan kayu dan pembuatan berbagai produk turunannya.

Letak fasilitas produksi juga berkaitan dengan sistem pengadaan bahan baku. Perusahaan menyebut kebutuhan log didistribusikan melalui jalur perairan Daerah Aliran Sungai (DAS) Arut. Sistem tersebut menjadi bagian dari rantai logistik yang mendukung kegiatan manufaktur di lokasi pabrik.

Dalam industri plywood, ketersediaan bahan baku secara konsisten menjadi hal yang penting. Produksi dalam skala besar membutuhkan pengelolaan material yang terencana agar kegiatan manufaktur dapat berjalan sesuai kebutuhan. Bahan baku juga perlu dikelola dengan memperhatikan ketentuan legalitas dan keberlanjutan.

Produk Plywood dan Olahan Kayu

Plywood menjadi salah satu produk utama yang dihasilkan perusahaan. Material ini dibuat melalui proses penyusunan dan perekatan lapisan veneer untuk membentuk panel dengan karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan penggunaannya.

Selain kayu lapis, fasilitas manufaktur tersebut juga menghasilkan Film Faced Plywood dan Urethane Coating Panel. Film faced plywood memiliki lapisan film pada permukaannya dan banyak digunakan untuk kebutuhan bekisting konstruksi. Sementara itu, UCP merupakan produk panel dengan lapisan urethane untuk kebutuhan tertentu di sektor industri.

Keberadaan beberapa lini produk tersebut menunjukkan bahwa industri plywood tidak berhenti pada produksi lembaran kayu lapis biasa. Karakteristik panel dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan aplikasi yang berbeda, sehingga proses manufaktur perlu mempertimbangkan spesifikasi produk sejak tahap bahan baku hingga produk akhir.

Baca juga : Industri Pengolahan Kayu Indonesia yang Terus Berkembang

Menjaga Kualitas Produk untuk Pasar Global

Sejak melakukan ekspor perdana pada 1980, perusahaan telah mengembangkan pasar produknya ke sejumlah negara. Beberapa negara tujuan ekspor diantaranya Jepang, Korea Selatan, India, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Belgia dan Belanda.

Pasar internasional memiliki persyaratan yang beragam. Selain kualitas produk, produsen perlu memperhatikan standar teknis, legalitas bahan baku, ketertelusuran hingga persyaratan lingkungan yang berlaku di negara tujuan.

Pengendalian kualitas tidak hanya dilakukan pada produk akhir. Sistem produksi yang konsisten dan pencatatan material menjadi bagian yang mendukung kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.

Sertifikasi dan Standar Produk

Aspek sertifikasi menjadi semakin relevan dalam industri plywood. Pembeli tidak hanya membutuhkan informasi mengenai ukuran atau spesifikasi panel, tetapi juga dapat mempertimbangkan asal bahan baku dan sistem pengelolaan yang diterapkan produsen.

Perusahaan mencantumkan sertifikasi PEFC dan SVLK dalam sistem pengelolaan kayunya. Selain itu, terdapat penerapan sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2015 serta sertifikasi JAS untuk produk Ordinary Plywood dan Concrete Form Plywood.

Untuk pasar tertentu, aspek emisi formaldehida juga menjadi perhatian. Perusahaan menyebut produk Hardwood Plywood Veneer Core memenuhi persyaratan emisi yang berkaitan dengan U.S. EPA TSCA Title VI dan CARB ATCM Phase 2. Standar semacam ini berkaitan dengan persyaratan teknis yang perlu dipenuhi produk ketika memasuki pasar tertentu.

Ketertelusuran dalam Rantai Pasok Kayu

Industri plywood memiliki hubungan langsung dengan pengelolaan bahan baku kayu. Oleh karena itu, ketertelusuran menjadi bagian penting dalam memastikan material yang masuk ke fasilitas produksi dapat diketahui asalnya.

Perusahaan menyatakan menerapkan kebijakan lacak balak dan dokumentasi ketertelusuran kayu dari bahan baku hingga produk jadi. Sistem uji tuntas yang dijelaskan perusahaan mencakup pemeriksaan dokumen pemasok, pengecekan area secara spasial, validasi material hingga pemantauan berkala menggunakan penginderaan jauh.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan plywood tidak hanya berbicara tentang proses produksi di dalam pabrik. Rantai pasok sebelum kayu tiba di fasilitas manufaktur juga memiliki peran dalam menjaga legalitas dan keberlanjutan material.

Penerapan Prinsip Keberlanjutan

Perhatian terhadap keberlanjutan semakin menjadi bagian dari industri kayu. Perusahaan menyatakan menerapkan prinsip lingkungan, sosial dan tata kelola atau ESG dalam kegiatan operasionalnya. Salah satu kebijakan yang disebutkan adalah komitmen terhadap rantai pasok bebas deforestasi melalui proses uji tuntas.

Penerapan prinsip tersebut berkaitan dengan bagaimana bahan baku diperoleh, diperiksa dan dipantau. Dalam industri yang menggunakan sumber daya hutan sebagai bahan utama, pengelolaan seperti ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan produksi dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Kontribusi bagi Masyarakat Sekitar

Melalui program Corporate Social Contribution (CSC), perusahaan menjalankan kegiatan sosial dalam beberapa bidang, termasuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan serta pemberdayaan ekonomi lokal. Salah satu bentuk kontribusinya adalah penyaluran material plywood dan bantuan dana untuk pembangunan fasilitas umum dan sekolah.

Program tersebut juga mencakup dukungan pendidikan, kegiatan kesehatan bersama fasilitas setempat serta stimulus modal bagi UMKM lokal. Dengan demikian, kegiatan perusahaan di sekitar fasilitas produksi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas manufaktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat di wilayah operasionalnya.

Melihat Peran Produsen Plywood Indonesia

Perjalanan panjang di industri plywood menunjukkan bahwa kemampuan manufaktur tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi. Pengelolaan bahan baku, konsistensi kualitas, standar teknis serta kemampuan memenuhi persyaratan pasar turut menjadi bagian dari rantai produksi.

Dengan pengalaman sejak 1980 dan pasar ekspor yang menjadi bagian dari kegiatan usahanya, Korindo Aria Bima Sari menempatkan plywood sebagai salah satu produk utama dalam bisnis pengolahan kayu. Di tengah tuntutan terhadap produk yang lebih transparan dan bertanggung jawab, aspek legalitas, ketertelusuran, sertifikasi dan keberlanjutan semakin berkaitan erat dengan perkembangan industri plywood.

Bagi pasar yang membutuhkan produk kayu untuk berbagai aplikasi, informasi mengenai proses produksi dan standar yang diterapkan dapat membantu memberikan gambaran lebih lengkap mengenai material yang digunakan. Hal ini membuat produsen plywood tidak hanya berperan sebagai pengolah bahan baku, tetapi juga sebagai bagian dari rantai pasok industri yang menghubungkan sumber daya kayu dengan kebutuhan pasar global.

Read more

Social Media

Terkini

  • Korindo Aria Bima Sari di Industri Plywood
  • Industri Pengolahan Kayu Indonesia yang Terus Berkembang
  • Memahami Standar Produksi Kayu Secara Berkelanjutan
  • Pentingnya Sertifikasi Industri Kayu
  • Profil PT Korindo Aria Bima Sari Indonesia
October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    
Proudly powered by WordPress | Theme: Esfahan by OptimaThemes.